Mitos atau fakta

 
Aku hidup di zaman modern yang aku ketahui ketika beranjak SMA. Waktu itu aku telah merantau ke Kota. Sebelumnya aku tinggal di kampung, lumrahnya orang-orang kampung masih menganut ajaran nenek moyang terlepas dari Agama dalam hal menjalani hidup. Yaitu masih menganut "kata orang dulu".

Dalam hal kehidupan di kampung yang masih begitu asri dan damai tidak ada kalimat susah walaupun dipandang oleh orang kota sebagai orang susah. Masih banyak sisi humanis dalam bersosial seperti gotong royong yang erat antara saudara dan tetangga, bahkan dalam satu desa orang-orang kampung bisa saling mengenal erat walau jaraknya beratus ratus meter.
Berbeda dengan orang kota yang bahkan sesama tetangga pun mereka tak saling kenal. Mungkin hal tersebut sangatlah wajar karena mereka di pertemukan dalam usia dewasa, berasal dari suku dan daerah yang berbeda atau bahkan watak yang berbeda yang kadang enggan saling mengenal atau mereka disibukkan pekerjaan yang minim sekali waktu untuk bercengkrama dengan tetangga. Mereka melakukan aktivitas bekerja berangkat pagi, pulang pun malam. Ketika berada di rumah mereka akan meluangkan waktunya hanya untuk keluarga dan mengistirahatkan badan mereka.

Aku menemukan banyak hal baru ketika berada di kota dalam hal berfikir. Ketika hidup di kampung aku masih di hantui oleh hal-hal mistis, magis serta mitos mitos mereka dan aku percaya begitu saja tanpa menyerap pengetahuan apa yang mereka percayai.

Ketika aku sakit aku tidak di obati oleh seorang dokter maupun rumah sakit. Aku di obati hanya sebatas air Doa seorang Ulama atau mantri yang hanya menyarankan makan yang banyak karena sakitku hanyalah kurang makan dan aku pun sembuh. Pada saat itu aku percaya dengan penuh akanya. Tetapi ketika hidup di kota, ketika jatuh sakit aku beranjak ke puskesmas untuk memeriksakan diri pada dokter. bukan cuma aku semua orang sakit akan memeriksakan diri ke dokter untuk meminta resep obat apa untuk penyakitnya. Inilah perbedaanya hidup di kota dan di kampung. Sangat kontras akan pengetahuan untuk mencari jalan kebaikan.

Perbedaan pengetahuan empris seperti ini lah yang membuat membuatku menerima kenyataan bahwa aku ingin mengatahui sebab sebab apa hukum yang mereka pakai.

Orang kampung masih mempercayai hal mistis sepeti bangsa Jin , setan, pocong , genduruwo dan dedemit. Contoh kecil ketika Waktu masih kecil aku pernah bermain sampai larut maghrib. Dan nenek ku akan bergegas mencariku untuk segera memasuki rumah. Dikatakan ketika waktu maghrib tiba akan muncul mahluk yang bernama sadikala. Mahluk jenis ini akan muncul ketika langit sudah berwana jingga dan akan mengambil sukma dari anak-anak. Sehingga sang anak akan jatuh sakit.
Mendengar semacam ini waktu itu sangatlah mengerikan sehingga anak anak langsung manut nurut untuk tidak membantah perkataan orang tuanya. Sehingga begitu maghrib tiba serentak anak anak langsung akan mencari jalan pulang. Bahkan pernah satu kejadian ada seorang anak yang tidak berada di dalam rumah sewaktu maghrib tiba. Anak itu pun jatuh sakit di ke esokan harinya. Akupun sontak kaget dan merasa tidak percaya akan hal ini. Tetapi kenyataanya seperti itulah adanya.

Aku menemukan hal baru atas pengetahuan semacam ini dari seorang guru di kelasku waktu sma. Penjelelasan beliau sangat mendetail akan hal mistis yang bisa di logikakan yang bisa di cerna oleh fikiran ku waktu itu. Yang membuka jalan fikir lain atas kejadian semacam ini.
Menurutnya kenapa ketika anak anak keluar maghrib akan jatuh sakit ? Bukan karena di guna guna atau pun di bawa sukmanya oleh sebangsa jin atau dedemit. Melainkan karena sistim imun seorang anak sangatlah rentan akan hal sakit . Terlebih ketika waktu maghrib . Karena di waktu tersebut terjadi fenomena alam yang mempertemukan udara panas siang hari yang akan berganti udara dingin di malam hari. Maka akan mempengaruhi sistem imun anak anak yang rentan.
Menurutku ini suatu ilmu baru yang menarik. Padahal guru yang saya maksud umurnya sudah tua hampir pensiun. Tetapi dalam hal pemahaman dan pemikiran beliau sangat logis. Kalau seumuran beliau dikampungku mungkin akan membicarakan hal magis dan klenik. 
Menurut beliau kenapa orang orang akan mempercayai hal hal yang seperti itu karena mereka telah taqlid buta. Artinya mereka mengikuti ajaran ajaran tanpa mereka cerna kembali. Jadi seorang berpendidikan seperti kita yang sedang belajar harus mencoba mencerna dengan ilmu pengetahuan yang logis dan di praktikkan untuk meluruskan taqlid buta semacam ini. Hal ini menurutnya tidaklah salah. Menjadi salah jika kita yang berpendidikan lah yang mengikuti taqlid buta. Jadi ketika kita mendidik seorang anak harus menjelaskan dengan sistematis serta lagis yang bisa di cerna oleh akal mereka.

Kesimpulan yang saya dapat ialah ilmu apapun ialah baik. Yang tidak baik ialah penyalah gunaan ilmu tersebut. Orang orang dahulu mungkin tidak tahu cara menjelaskan hal semacam ini karena mereka tak berpendidikan seperti sekarang kita laksanakan. Tetapi mereka tahu akan kebaikan apa untuk mereka ajarkan kepada penerus mereka. Maka dati itu mereka menakut nakuti dengan hal semacam itu supaya anaknya tidak membantah.
Karena dalam ajaran  apapun maupun ajaran agama manapun waktu maghrib adalah waktu membersihkan diri. Mengganti baju dan waktu untuk berserah diri menunaikan ibadah bukan lagi waktunya bermain. Maksud baik mereka adalah mengajarkan management waktu agar kita bisa mengatur waktu . Mana waktu untuk bermain. Mana waktu untuk belajar . Mana waktu untuk istirahat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ahlaq dan perangai